06/11/10

ISO/ASA-

Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah. Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja. Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya mengeset ISO saya di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?
Secara garis besar, saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 ( dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av) , kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi:1/500 detik. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh , kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1stop.
Anda bisa mencoba pengertian ini dalam kasus aperture, cobalah set shutter speed kita selalu konstan pada 1/125 (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv), dan ubah-ubahlah setting ISO anda dalam kelipatan 2; missal dari 100 ke 200 ke 400 …dst, lihatlah perubahan besaran aperture anda.

05/11/10

Foto Siluet yg Kreatif

Silahkan jadikan foto-foto ini sebagai sumber inspirasi anda sebelum berburu siluet:
foto oleh: vramak
foto oleh: muslim-page
foto oleh: mamnaimie
foto oleh: mamnaimie
foto oleh: Jsome1
foto oleh: FreeWine
foto oleh: mode
foto oleh: sam ilic

Jangan Berhenti Saat Mendung Tiba

Kalau menyukai fotografi di alam lepas (outdoor), seringkali kita dihadang cuaca yang tidak bersahabat. Mendung misalnya. Tapi jangan biarkan mendung menghalangi keasyikan anda memotret. Berikut beberapa obyek yang justru lebih bagus di foto dalam cuaca mendung.
Orang/ Portrait & Hewan Mendung menghasilkan pencahayaan yang rata dan lembut, seolah-olah anda memiliki softbox raksasa di atas sana. Cahaya saat mendung menghasilkan foto wajah yang lebih bagus. Saat memotret wajah di tengah terik matahari anda akan kesusahan mengontrol bayangan dan kontras gelap terang yang terlalu keras (biasanya di bawah mata dan hidung serta bagian leher).
Pepohonan Cobalah memotret rimbun pepohonan saat terik matahari, anda akan mendapati kontras yang terlalu keras antara langit dan daun. Saat mendung kontras ini akan berkurang secara drastis sehingga keseluruhan hasil foto akan lebih bagus.
Air Terjun & Sungai Air terjun dan aliran sungai akan jauh lebih bagus di foto saat mendung tiba. Kita akan lebih mudah membuat efek kapas yang membuat air tampak seperti gumpalan kapas yang lembut, bahkan semakin gelap mendung akan semakin halus “kapas” yang didapat.
Langit Mendung membuat langit tampak lebih dramatis karena ada gradasi antara gelap dan terang.
Selamat mencoba!
kredit foto atas ke bawah: bslmmrsSean McGrathsNeils Photography

cara memotret siluet


Siluet adalah foto dengan obyek utama gelap total dengan background yang terang, sehingga yang terlihat adalah bentuk dari obyek utama tadi. Memotret siluet tidaklah sesulit yang dibayangkan, asal anda tahu langkah-langkah dan tips-nya. Silahkan:
Matikan Flash
Yang pertama dan terpenting adalah flash di kamera harus dimatikan, kalau tidak anda akan mendapatkan foto biasa (karena obyek utama-nya tidak jadi gelap). Jadi matikan flash dikamera anda
Cari kondisi pencahayaan yang tepat (backlight)
Untuk menghasilkan siluet, background anda harus lebih terang dibandingkan dengan obyek utama. Itulah kenapa kebanyakan foto siluet dilakukan saat sunset atau sunrise, dimana matahari (sumber cahaya) ada di belakang obyek yang ingin anda foto (backlighting). Tapi jangan batasi diri, foto siluet bisa dihasilkan kapan saja, pada intinya anda hanya harus menemukan background yang lebih terang dibandingkan obyek utama.
Carilah obyek yang bentuknya menarik
Foto siluet akan sangat menonjolkan bentuk obyek utama, oleh karena itu carilah obyek dengan bentuk yang menarik dan memiliki karakter kuat. Perhatikan foto diatas, karena obyek utama (pencari ikan) kehilangan detail dan menjadi sangat gelap, bentuknya justru akan lebih terekspos. Kita bisa melihat dengan jelas batas-batas lekukan bentuk tubuh si nelayan, bentuk jaring dan bingkainya sampai tetesan air yang keluar dari jaring. Anda juga bisa mencoba dengan obyek lainnya.
Carilah background yang tepat
Untuk mendapat siluet anda harus menemukan background yang lebih terang. Usahakan juga untuk mendapatkan background yang menarik namun juga tidak ramai sehingga obyek utama terlihat sangat menonjol. Langit dan pantai adalah contoh favorit.
Ukur eksposur dengan tepat (manual/ auto)
Sebisa mungkin gunakanlah mode manual eskposur. Set metering di spot metering. Lakukan pengukuran di daerah background yang paling terang. Dalam contoh foto diatas saya mengukur cahaya langit diatas helm. Ubahlah kombinasi aperture dan shutter speed sesuai dengan hasil metering anda, terutama pada aperture pastikan anda set sesuai keinginan anda (aperture besar untuk background yang agak kabur dan aperture kecil untuk background yang tajam). Setelah anda menentukan aperture dan shutter speed yang dipilih, arahkan kamera ke obyek utama. Aturlah komposisi yang terbaik dan tentukan fokus di obyek utama, baru kemudian jepret….
Jika anda tidak bisa menggunakan mode manual, gunakanlah mode auto. Arahkan kamera ke area paling terang, dalam contoh diatas adalah ke langit diatas si pencari ikan, pencetlah setengah shutter anda (jangan pencet penuh) lalu tahan shutter jangan dilepas. Lalu arahkan kamera ke obyek utama anda baru kemudian jepret….
Jangan takut mencoba
Cobalah kombinasi aperture dan shutter speed yang berbeda jika anda gagal di kesempatan pertama. Cobalah juga bereksperimen dengan obyek dan lingkungan anda, jangan hanya terpaku pada sunset dan sunrise, karena foto siluet bisa dihasilkan dimanapun (silahkan lihat juga 8 contoh foto siluet kreatif ini).
Oke selamat mencoba!!

Noise di ISO 3200, g takut tuch !!

Sebelumnya jika tidak dalam keadaan terpaksa saya selalu menghindari menjepret 
pada ISO di atas 800, karena noise yang dihasilkan. Walaupun pada kamera 20D 
yang saya miliki rasio noise sudah terbilang rendah dan jepretan ISO tinggi biasanya 
juga acceptable. 

Biasanya hasil jepretan ISO tinggi dengan dampak noise yang timbul dapat dibersihkan 
dengan aplikasi semacam Noise Ninja atau Neat Image (link download saya sertakan 
pada akhir artikel ini). 

Tetapi tentulah memakan waktu dan tenaga, lagi pula jika kita menerapkan 100% 
dari hasil aplikasi tsb, maka komprominya adalah soal ketajaman, karena akan 
menurun pada hasil akhirnya. Kiat mengatasi masalah ini adalah melalui USM setelah 
noise dibersihkan, atau bisa dengan cara dibagi rata dengan Photoshop. Caranya akan 
saya terangkan selanjutnya di bagian akhir artikel ini. 

Marilah kita simak terlebih dahulu teknik yang satu ini pada jepretan di bawah, bagaimana 
kiatnya supaya noise tidak merajarela pada ISO tinggi. 
 
 
Foto di bawah ini dijepret dengan pada ISO 3200 dengan exposure compensation/EC +1EV. 


 
�� 
 

Detail: format RAW, ISO3200 +1EV, f1.4, 1/60s, AWB. Sharpness +2, Saturation 0, 
Contrast 0. Lensa EF 50mm/f1.4 tanpa flash. Pencahayaannya memakai sumber 
cahaya ruang yang ala kadarnya dan agak redup dengan kombinasi lampu neon dari 
atas dan tungsten dari arah wajah dan BG. Terlihat pupil mata kucing melebar 
karena cahaya redup. 



Sekarang kita lihat cropping 100% pada daerah highlight dan shadow dan membanding- 
kannya dengan jepretan tanpa EC (+0 EV) sbb. 



Bagian highlight (crop 100%)
  • ISO 3200 +1EV (1/60s @ f1.4)
  • ISO 3200 +0EV (1/125s @ f1.4)
 

Bagian shadow (crop 100%) 

  • ISO 3200 +1EV


� 
  • ISO 3200 +0EV

Hasilnya: �Noise ISO 3200 +1EV terlihat jauh lebih rendah daripada ISO 3200 +0EV! 
(info: jepretan handheld dan bracketing karena obyeknya tidak bisa diam). 


Jepretan di atas dalam format RAW dengan teknik men-overexpose +1EV, lalu pada RAW 
converter (saya memakai DPP 2.03 dari Canon)�dikurangi -1EV kembali menjadi EC 0. 


Kelihatan noise-nya terkendali dengan baik!
Dengan teknik ini, maka noise bisa ditekan dan ini juga berlaku untuk ISO di bawah 3200. 
 

Jika hasil dari teknik +1EV dikombinasikan lagi dengan teknik membagi rata noise 
yang akan saya terangkan di bawah, tentunya hasilnya lebih�optimal lagi.� 
�� 
�� 
 
Rule of the thumb 

Jangan sesekali memotret under exposed pada ISO tinggi, apapun kamera Anda,
 
karena jika nanti exposure dinaikkan pada saat post-processing dengan�RAW 
converter, maka hal ini akan menambah noise! Contoh jika pemotretan pada 
ISO 3200 dan -1EV under, lalu dikompensasi +1EV kemudian, berarti hasilnya 
sama dengan ISO 6400!!�Dan berlaku kelipatannya.

Usahakan selalu menjepret dengan exposure yang pas atau EC kompensasi plus,
seperti contoh di atas, noise akan lebih rendah (ISO 3200 +1EV = ISO 1600 lalu
 
pada RAW coverter diturunkan lagi -1EV).
� 



 

Teknik membagi rata noise 
 
Teknik ini dapat�diterapkan terpisah atau dengan kombinasi dengan yang di atas. 
 
Hasil yang kita dapatkan dari pembersihan noise dengan aplikasi seperti Noise Ninja 
atau Neat Image tentunya sangat baik, tapi kadang terlalu baik sehingga ketajaman 
berkurang. Tentunya kita dapat menambah ketajaman setelah proses tersebut, tetapi 
terkadang tidaklah optimal. 
 
Supaya noise berkurang dan pada saat bersamaan ketajaman masih terjaga, maka 
kita dapat mengambil jalan tengah dengan mencampur kedua hasil tersebut dan 
membagi rata dengan cara sebagai berikut: 


Cara merata-ratakannya adalah dengan menaruh layer noise yang sudah dibersihkan 
di atas layer asli, lalu layer noise yang sudah bersih tersebut diturunkan opacity-nya 
sebesar 30-50%, sesuai efek yang diinginkan. Maka hasilnya noise dapat ditekan dan 
pada saat bersamaan ketajaman aslinya masih terlihat. 
 

 
 
 

dan perbandingan hasil akhirnya: 
 
 




Nah sekarang... ISO 3200, siapa tatut? 


Neat Image download
Noise Ninja download

Black and White Phootgraph

Foto hitam putih adalah salah satu jenis foto yang tak lekang oleh waktu. Tanpa adanya elemen warna yang mengganggu, kadang foto hitam putih justru lebih kuat membekas di benak yang melihatnya. Orang sering bilang lebih dramatis dan elegan (itulah kenapa fotografer wedding selalu menyertakan beberapa foto hitam putih dalam album yang diserahkan ke klien). Berikut adalah tips memotret foto hitam putih yang mungkin berguna bagi anda:
  1. Potretlah dalam mode warna – Kamera digital menghasilkan rentang tone yang lebih lebar dalam mode warna karena dalam mode ini sensor mengambil data dari 3 channel – Red, Green dan Blue atau RGB. Untuk itulah, foto hitam yang dihasilkan dari pengolahan foto warna menggunakan photo editor di komputer akan cenderung lebih baik kualitasya519690623_3997539eb4
  2. Setting ISO serendah mungkin – Noise (bintik-bintik kecil putih yang muncul di foto anda) akan tampak lebih menonjol dalam foto hitam putih dibanding dalam foto warna. Gunakan ISO serendah mungkin supaya pada saat foto di proses nantinya, noise bisa diminimalkan.
  3. Mendung adalah saat terbaik – Adanya mendung akan membuat kontras lebih rendah, dan ini adalah saat terbaik untuk membuat foto hitam – putih. Anda tidak akan terlalu perduli warna langit yang abu – abu, toh dalam foto hitam putih tidak akan terlalu terlihat.3393996603_4c1ac6e74a
  4. Eksploitasi tekstur, pola dan garis – Dalam foto hitam putih, tekstur – pola dan garis akan lebih terlihat menonjol dan semakin menarik. Untuk itu eksploitasi-lah jika anda menemukan adanya komponen tersebut.2825096567_af984f9725
  5. Sidelighting adalah cahaya terbaik – Ketika memotret di luar ruangan untuk foto hitam putih anda, tonjolkan bentuk secara maksimal dengan mengandalkan pencahayaan samping (sidelighting), sehingga jatuh bayangan jadi sangat menarik. Sidelighting terjadi saat anda memotret di pagi atau sore hari.


http://belajarfotografi.com/tips-memotret-foto-hitam-putih/

Popular Entries